#1 SAAT PERTAMA
Hello
effect, kita sering denger istilah itu. Atau biasa kita
pahami sebagai kesan pertama. Ya, kesan pertama seringkali menjadi penentu
terhadap kesan-kesan berikutnya yang akan membentuk persepsi kita terhadap
suatu hal. Sama halnya seperti kesan pertamaku terhadap kuliah di kampus. Aku
adalah alumni salah satu perguruan tinggi pendidikan yang menyiapkan calon
konselor. Sebut saja jurusanku, bimbingan dan konseling.
Pandangan pertamaku
saat berada di aula, kuliah umum pada bulan September itu begitu membuatku
tercengang. Seorang professor tersohor dengan keilmuan bimbingan dan konseling
memberikan kuliah umum dengan serius dan mendalam. Terhening semua mahasiswa.
Saat itu, beberapa pertanyaan disodorkan kepada mahasiswa. Dan pertanyaan yang
paling Aku ingat adalah “ apa yang sangat penting dari adanya bimbingan dan
konseling?” banyak mahasiswa saat itu menjawab, namun jawabannya belum tepat.
Kemudian, professor itu menjawab “ public
trust!”.
Aku heran. Semula Aku
berpikir bahwa yang sangat penting dari adanya bimbingan dan konseling adalah
membantu orang-orang yang kesulitan dalam mengambil keputusan. Namun, setelah
dipikir-pikir benar apa yang disampaikan oleh Professor tersebut. Tanpa adanya public trust, mana mungkin bisa
seseorang percaya bahwa konselor bisa membantu dirinya. Sehingga, konseli akan
merasa nyaman dan ada seseorang yang ia percaya bahwa ia bisa dibantu olehnya.
Pertanyaan muncul
kembali dalam benakku. “lantas mengapa perlu belajar bimbingan dan konseling,
sementar yang terpentingnya saja hanya “public
trust”, sedangkan untuk mendapatkan kepercayaan public bisa saja dengan
berbuat baik, membantu orang lain, berkarya. Nah, setelah direnungi, untuk
berbuat baik, membantu orang lain, dan berkarya pun butuh ilmunya. Bimbingan
dan konseling jadi jalanku, untuk hal tersebut, bermanfaat.
Jujur saja, sedari
awal begitu gembira bisa ada di jurusan bimbingan dan konseling. Sebab, bertemu
dengan guru-guru yang hebat serta rekan-rekan mahasiswa yang baik, cerdas, dan
kritis. Sehingga, dalam berproses tidak ada rasa khawatir diri ini akan jatuh.
Serasa optimis yang begitu besar muncul. Tak ada rasa takut, bahkan semakin
tumbuhlah rasa berani itu.
Dan yang terpenting,
yakin bahwa masa depan setelah lulus kuliah siap untuk bekerja menjadi sosok
guru bimbingan dan konseling yang keren dan didambakan siswa sesuai dengan
arahan guru-guru di kuliah.
Sebab itu, maka perlu
pula untuk membuka cakrawala diri mulai dari membuka pikiran, menggunakan
pendengaran dengan sebaik-baiknya, ucapan dijaga dengan hati-hati, serta
langkah diyakini dengan pasti. Demi masa depan bangsa Indonesia yang gemilang,
perlu pengabdian yang nyata menyiapkan diri dengan ilmu agar siap membimbing
generasi berbudi Indonesia bahkan dunia!.
Seperti kutipan mars
dari jurusanku, bimbingan dan konseling.
“langkah ke depan,
dalam mengabdi, bimbinglah generasi berbudi.” – Mars PPB

Komentar
Posting Komentar